Menyuguhkan interpretasi tarekat secara menyeluruh, tidak hanya teoretis tetapi juga praktis.
Meskipun membahas ilmu tasawuf yang dalam, kitab ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami.
Kifayatul Atqiya bukanlah sekadar buku kuno yang harus dihafal. Ia adalah peta jalan yang hidup. Seperti yang diisyaratkan oleh penulisnya sendiri, inti dari ajaran tasawuf bukanlah sekadar teori, melainkan pengamalan. Sifat tercela seperti sombong, riya', dan iri hati harus dibersihkan, dan hati perlu dihiasi dengan keikhlasan dan kecintaan kepada Tuhan. Kitab ini mengajarkan bahwa setiap amal harus didasari oleh ilmu, sebagaimana ditegaskan dalam sebuah bait: "setiap orang yang beramal tanpa disertai ilmu itu ditolak (tidak diterima)".
Kifayatul Atqiya membahas tata cara hubungan manusia dengan Tuhan (secara vertikal) maupun hubungan antar sesama manusia (secara horisontal). Di dalamnya dibahas mengenai:
Menurut Sayyid Bakri al-Makki dalam kitabnya, ada dipelajari setiap Muslim: